Nama :
Maya Ikhlasiyah
Kelas :
3ea17
Npm :
14210284
“PENGARUH STRESS KERJA TERHADA KEPUASAN KERJA KARYAWAN
PADA SUATU PERUSAHAAN “
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Globalisasi
mengakibatkan adanya perubahan dengan tuntutan tertentu pada tenaga kerja
seperti dalam hal penguasaan teknologi baru, batasan atau waktu yang lebih
ketat, perubahan tuntutan terhadap hasil kerja serta perubahan dalam peraturan
kerja dan lain lain dapat menimbulkan suatu situasi yang menekan tenaga kerja
yang bersangkutan. Jika karyawan sebagai individu tidak dapat dengan segera
menyesuaikan diri maka ia dapat mempersepsikan hal ini sebagai tekanan yang
mengancam dirinya dan lama kelamaan dapat menimbulkan stres bagi karyawan yang
bersangkutan. Fred Luthans (terjemahan V.A. Yuwono,dkk 2006:439) mengemukakan
bahwa: “Banyak manajer melaporkan stress berkaitan dengan pekerjaan, dan
lingkungan baru semakin memperburuk suasana”.
Kesenjangan
stress kerja ini merupakan keseriusan menimpa setiap karyawan di tempat
kerjanya. Banyak karyawan yang setiap tahunnya harus mengambil cuti untuk
meredakan konflik dan ketegangan dalam kehidupan mereka, serta dapat merupakan
tantangan, rangsangan dan pesona, namun bisa pula berarti kekhawatiran,
konflik, ketegangan dan ketakutan tergantung bagaimana kita memandangnya. Para
ahli mengatakan bahwa stress dapat timbul sebagai akibat tekanan atau
ketegangan yang bersumber dari ketidakselarasan antara seseorang dengan
lingkungannya. Seperti yang dikemukakan oleh Handoko (2008:200) stress adalah
suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi,proses berpikir dan kondisi
seseorang. Hasilnya, stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan
seseorang untuk menghadapi lingkungan, yang akhirnya mengganggu pelaksanaan
tugas-tugasnya berarti mengganggu prestasi kerjanya.
Biasanya stres
semakin kuat apabila menghadapi masalah yang datangnya bertubi-tubi. Hal ini
merupakan indikasi bahwa begitu banyak stres yang dialami para pekerja, tidak
seharusnya terjadi dan dapat dicegah. Pengendalian terhadap stress yang
disfungsional akan dapat membantu organisasi agar berjalan lebih
efektif.Beberapa alasan di atas memberikan pemahaman bahwa stres yang dialami
oleh individu-individu yang terlibat dalam suatu organisasi ternyata dapat
membawa dampak yang cukup besar bagi orang yang bersangkutan. Karena itu perlu
dipahami sumber stres yang potensial dalam suatu organisasi agar dapat diupayakan
pencegahan yang diperlukan.
Kepuasan
kerja sangatlah penting sebab karyawan dalam sebuah organisasi merupakan faktor
yang paling dominan dalam menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan
organisasi. Kepuasan kerja karyawan harus diciptakan sebaik – baiknya agar
moral kerja, dedikasi, kecintaan dan kedisiplinan kerja tinggi. Pada dasarnya
kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu
akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda beda sesuai dengan karakteristik
yang berlaku pada dirinya. Masalah kepuasan kerja penting sekali untuk
diperhatikan, karena kepuasan yang tinggi akan menciptakan suasana kerja yang
menyenangkan dan akan mendorong karyawan untuk berprestasi.
Berdasarkan
hasil wawancara yang dilakukan penulis pada beberapa orang karyawan, bahwa
stress kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Suasana kerja yang
tidak nyaman seperti beban kerja yang berlebih secara psikologis akan
menimbulkan stress dilingkungan kerja. Karyawan yang bekerja dalam suasana
tertekan tidak akan bisa memberikan hasil kerja yang baik dan berprestasi. Hal
tersebut secara tidak langsung akan menghilangkan peluang untuk mendapatkan
promosi .
Dengan
melihat permasalahan di atas, maka penulis berminat untuk melakukan penelitian
yang berjudul“Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja
Karyawan Pada Suatu Perusahaan”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
identifikasi masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana stres kerja karyawan
2.
Bagaimana kepuasan kerja karyawan
3.
Seberapa besar pengaruh stress kerja
terhadap kepuasan kerja karyawan
1.3
Tujuan
Penelitian
1.
Untuk mengetahui stres kerja karyawan pada
perusahaan – perusahaan.
2.
Untuk mengetahui kepuasan kerja
karyawan pada perusahaan – perusahaan.
3.
Untuk mengetahui besarnya pengaruh stress
kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada perusahaan – perusahaan.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Kajian
Pustaka
Stress Kerja
Secara umum
stress sering diartikan sebagai kondisi tegang yang tidak menyenangkan, karena
seseorang secara subjektif merasa ada sesuatu yang membebaninya. Perkataan
stress berasal dari bahasa latinStingere, yang digunakan pada abad
XVII untuk menggambarkan kesukaran, penderitaan dan kemalangan.
Pengertian
Stress Kerja
Terdapat
beberapa ahli yang mengemukakan definisi tentang stress kerja seperti dibawah
ini :
Marihot Tua
Efendi Hariandja (2002:303) mengemukakan
bahwa: Stress adalah Ketegangan atau tekanan emosional yang dialami sesesorang
yang sedang menghadapi tuntutan yang sangat besar, hambatan-hambatan, dan
adanya kesempatan yang sangat penting yang dapat mempengaruhi emosi, pikiran
dan kondisi fisik seseorang.
Pengertian
stress kerja Menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2008:157) adalah
:
Perasaan
tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan.Stress kerja ini
tampak darisimptom, antara lain emosi tidak stabil,perasaan tidak
tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks,
cemas, tegang, gugup, tekanan darah
meningkat,
dan mengalami gangguan pencernaan.
Berdasarkan
pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa stress adalah respons
adaptif terhadap situasi eksternal yang menghasilkan penyimpangan fisik,
psikologis, dan atau perilaku pada anggota organisasi.Kesimpulan di atas
menunjukan adanya kondisi tertentu dalam lingkungan yang merupakan sumber
potensial bagi munculnya stres. Bagaimana bentuk stress yang dihayati
tergantung dari karakteristik yang unik dari individu yang bersangkutan serta
penghayatannya tehadap faktor-faktor dari lingkungan yang potensial memunculkan
stress padanya, walaupun hampir setiap kelompok orang dihadapkan pada jenis
atau kondisi stress yang serupa, tetapi hal ini akan menghasilkan reaksi yang
berbeda, bahkan dalam menghadapi jenis stress atau kondisi yang sama setiap
individu dapat berbeda-beda pola reaksinya.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Stress Kerja
Menurut A.A.
Anwar Prabu Mangkunegara (2008:157) berpendapat bahwa :
Penyebab stress
kerja, antara lain beban kerja yang dirasakan terlalu berat,waktu kerja yang
mendesak, kualitas pengawasan kerja yang rendah, iklim kerja yang tidak sehat,
otoritas kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan tanggung jawab,
konflik kerja, perbedaan nilai antarakaryawan dengan pemimpin yang frustasi
dalam kerja.
T. Hani
Handoko (2001:193) mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kondisi kerja
yang sering menyebabkan stress bagi para karyawan , diantarnya adalah:
1. Beban
kerja yang berlebihan
2. Tekanan
atau desakan waktu
3. Kualitas
supervisi yang jelek
4. Iklim
politis yang tidak aman
5. Umpan
balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak memadai
Kepuasan
Kerja
Setiap orang
yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Pada
dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap
individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbedabeda sesuai dengan
nilai-nilai yang berlaku dalam diri setiap individu. Semakin banyak aspek dalam
pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka semakin tinggi tingkat
kepuasan yang dirasakan.
Pengertian
Kepuasan Kerja
Pengertian
kepuasan kerja menurut Malayu S.P. Hasibuan (2003:202) adalah:
Kepuasan
kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya
Menurut T.
Hani Handoko (2001:193) pengertian kepuasan kerja adalah Sebagai berikut:
Kepuasan
kerja adalah pandangan karyawan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan
terhadap pekerjaan mereka Perasaan tersebut akan tampak dari sikap positif
karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan
kerjanya.
Berdasarkan
beberapa pendapat para ahli sebagaimana diungkapkan di atas dapat disimpulkan
bahwa kepuasan kerja adalah suatu sikap yang dimiliki oleh seseorang mengenai
pekerjaan yang dihasilkan dari persepsi mereka terhadap pekerjaannya.
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Stephen P.
Robbins (2001:149) mengemukakan bahwa variabel-variabel yang
berhubungan dengan kepuasan kerja adalah: "Mentality challenging,equitable
rewards, supportive working condition, and supportive colleagues".
Mentality
Challenging (kerja yang secara mental menantang),
karyawan cenderung lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka
kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka, dan menawarkan
beragam tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai betapa baik mereka
bekerja. Equitable rewards (ganjaran yang pantas), karyawan
menginginkan system upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan
sebagai adil,
tidak meragukan dan segaris dengan pengharapan mereka.
Supportive
working (Kondisi kerja yang mendukung), karyawan
sangat memperhatikan faktor-faktor lingkungan kerja seperti kenyamanan bekerja.
Studi fisik mengatakan bahwa karyawan lebih suka lingkungan fisik yang tidak
berbahaya dan nyaman. Supportive colleagues (Rekan kerja yang
mendukung),karyawan tidak hanya membutuhkan uang dan sesuatu yang dapat diukur.
Pada dasarnya karyawan membutuhkan teman sebagai interaksi sosial dan bahkan
pimpinan yang dapat bekerja sama dengan karyawan.
2.2 HIPOTESIS
Pengertian
hipotesis menurut Sugiyono (2009:64) adalah : Jawaban
sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah
penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1 Data
& Sumber Data
Penulis
melakukan penelitian ini untuk mendapatkan data mengenai objek yang akan
diteliti, data tersebut dapat dikelompokkan kedalam dua jenis data :
Data
Primer
Data primer
merupakan data yang diambil langsung dari responden secara
langsung yang
dikumpulkan melalui survei lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan
tertentu yang dibuat untuk itu. (Umi Narimawati 2007:76)
Data
Sekunder
Data Sekunder
merupakan data penunjang yang digunakan untuk mendukung penelitian, dalam
penelitian ini meliputi informasi mengenai karakteristik organisasi, jumlah
karyawan, data hasil evaluasi karyawan, penelitian terdahulu, serta materi
perkuliahan yang berhubungan dengan objek
data yang
akan diteliti oleh penulis. (Umi Narimawati 2007:76)
3.2 Variabel
Penelitian
Dalam
penelitian ini terdapat dua variabel penelitian yaitu :
1. Variabel
bebas (Independent Variable) Variabel bebas adalah merupakan
Variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent(terikat), Sugiyono
(2009:59). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Stres Kerja.
2. Variabel
Terikat (Dependent Variable)
Variabel terikat
merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya
variabel bebas, Sugiyono (2009:59). Dalam penelitian ini yang menjadi
variabel Dependent (terikat) Kepuasan Kerja Karyawan.
3.2 Metode
Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan wawancara,
observasi,kuesioner, dan dokumentasi. pendekatan kuantitatif. Teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap karyawan
pada kantor pusat PT.POS Indonesia. Dan data yang diperoleh akan dianalisis
menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Riset
Lapangan (Field Research)
Riset
lapangan adalah melakukan penelitian secara langsung ke lokasi dengan cara
sebagai berikut :
A. Wawancara.
Cara
pengumpulan data dengan jalan tanya-jawab sepihak yang dikerjakan dengan
sistematik dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Berupa tanya-jawab kepada
pihak perusahaan untuk memberikan gambaran dan informasi yang berkaitan dengan
data yang dibutuhkan. Wawancara berfungsi sebagai metode primer jika
menjadi satu-satunya alat pengumpul data, punya kedudukan utama, sebagai metode
pelengkap, jika hanya digunakan untuk mencari informasi-informasi yang tidak
dapat diperoleh dengan cara lain, sebagai metode kriterium, menguji kebenaran
data yang diperoleh dengan cara lain, sebagai alat pertimbangan untuk
memutuskan.
B. Observasi.
Merupakan
pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati dan
melihat secara
langsung dengan objek yang berhubungan dengan masalah
yang akan
diteliti.
C. Teknik
Angket (kuesioner)
Kuesioner
dilakukan dengan cara menyebarkan seperangkat daftar pertanyaan tertulis kepada
responden (sampel penelitian). Responden tinggal memilih alternatif jawaban
yang telah disediakan dengan member tanda silang pada jawaban yang paling
sesuai. Dalam penelitian ini penulis mengemukakan beberapa pertanyaaan yang
mencerminkan pengukuran indikator dari dua variabel bersangkutan.
Riset
Kepustakaan (Library Research)
Riset
kepustakaan adalah serangkaian penelitian yang dilakukan dengan membaca
literatur, buku, majalah, jurnal, data-data penelitian terdahulu untuk
mendapatkan data sekunder dan juga sebagai suatu landasan teoritis dalam
menganalisa masalah yang diteliti.
Analisis
Jurnal 1
Penulis :
Helmi Haryanto
Penerbit :
Universitas Komputer Indonesia
Tahun
Terbit : 2011
LATAR
BELAKANG
Sumber daya
manusia merupakan asset yang paling penting bagi organisasi, dimana pada
hakekatnya berfungsi sebagai faktor penggerak bagi setiap kegiatan di dalam
perusahaan. Suatu organisasi dalam melakukan aktivitasnya untuk mencapai tujuan
yang diinginkan perlu adanya manajemen yang baik terutama sumber daya manusia,
karena sumber daya manusia merupakan modal utama dalam merencanakan,
mengorganisir,mengarahkan serta menggerakkan faktor-faktor yang ada dalam suatu
organisasi.Interaksi karyawan dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya
menghasilkan barang atau jasa. Berdasarkan unjuk kerjanya, karyawan mendapatkan
imbalan yang berdampak pada kepuasan kerjanya dan kinerja nya.
RUMUSAN
MASALAH
Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana
Tingkat Stres Kerja Karyawan PT Nagamas Putera Jaya.
2. Bagaimana
Kepuasan Kerja Karyawan PT Nagamas Putera Jaya
3. Bagaimana
Kinerja Karyawan PT Nagamas Putera Jaya.
METODE
PENELITIAN
Dalam
memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penulisan
ilmiah ini, metode yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:
Objek
Penelitian
Objek yang
penulis jadikan bahan penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah PT.Nagamas
Putera Jaya.
Data/Variabel
Jenis data
yang digunakan untuk bahan penelitian penulis yaitu data primer. Data yang
diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti, baik dari objek individual
(responden) maupun dari suatu perusahaan/instansi.
Analisis
Kuantitatif
Data yang
telah dikumpulkan melalui kuisioner akan diolah dengan pendekatan kuantitatif.
Terlebih dahulu dilakukan tabulasi dan memberikan nilai sesuai dengan sistem
yang ditetapkan. Jenis kuisioner yang digunakan adalah kuisioner tertutup
dengan menggunakan skala ordinal. Untuk teknik perhitungan data kuesioner yang
telah diisi oleh responden digunakan skala likert dengan
langkah-langkah : yaitu , memberikan nilai pemboboton 5-4-3-2-1 untuk jenis
pertanyaan positif.
Selanjutnya
untuk mengolah data-data tersebut peneliti menggunakan beberapa metode antara
lain:
Analisis
Jalur
Metode
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path
analysis) karena peneliti ingin memastikan apakah ada pengaruh stres
kerja, terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan Analisis jalur (path
analysis).
Analisis
jalur mengkaji hubungan sebab akibat yang bersifat struktural dari variabel
independen terhadap variabel dependen dengan mempertimbangkan keterkaitan antar
variabel independen.
Analisis
Korelasi
Menurut
Sudjana (2001: 152), pengujian korelasi digunakan untuk mengetahui kuat
tidaknya hubungan antara variabel x dan y, dengan menggunakan pendekatan koefisien
korelasi Pearson dengan rumus :
dimana : r
= 
r = koefisien
korelasi
x = stres
kerja
z = kinerja
karyawan
n = jumlah
responden
Analisis
Determinasi
Persentase
peranan semua variable bebas atas nilai variable bebas ditunjukkan oleh
besarnya koefisien determinasi (R2). Semakin besar nilainya maka menunjukkan
bahwa persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi variable terikat.
Hasil koefisien determinasi ini dapat dilihat dari perhitungan dengan
Microsoft/SPSS atau secara manual didapat dari R2 = SSreg/SStot
Kd = r2 x100%
Dimana :
d = Koefisien
Determinasi
r =
Koefisien korelasi
Pengujian
Hipotesis
Dalam
penelitian ini yang akan diuji adalah seberapa besar pengaruh stres kerja
terhadap kepuasan dan kinerja karyawan. Dengan memperhatikan karakteristik
variabel yang akan diuji, maka uji statistik yang akan digunakan adalah melalui
perhitungan analisis regresi dan korelasi.
Langkah –
langkah dalam analisisnya sebagai berikut :
1. Pengujian
Secara Simultan/Total.
Melakukan uji
F untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel bebas secara simultan terhadap
variabel terikat.
A. Rumus
uji F yang digunakan adalah :
F = 
Pengujian ini
dilakukan untuk mengetahui apakah semua variable bebas secara bersama – sama
dapat berperan atas variable terikat. Pengujian ini dilakukan menggunakan
distribusi F dengan membandingkan anatara nilai F –kritis dengan nilai F-test
yang terdapat pada Tabel Analisis of Variance (ANOVA) dari hasil perhitungan
dengan micro-soft. Jika nilai Fhitung > Fkritis,maka H0 yang menyatakan bahwa
variasi perubahan nilai variabel bebas (stres kerja,kepuasan kerja) tidak dapat
menjelaskan perubahan nilai variabel terikat (kinerja karyawan) ditolak dan
sebaliknya.
Menurut
Sudjana (2001 : 369) perhitungan terhadap titik keeratan dan arah hubungan antara
variabel bebas dan variabel terikat adalah menggunakan uji korelasi. Kemudian
dilakukan perhitungan terhadap koefisien yang disebut juga koefisien korelasi
produk moment (Pearson).
B. Hipotesis
H0 ; ƥ = 0,
Secara simultan stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan dan kinerja
karyawan
H1 ; ƥ
≠ 0,Secara simultan stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan dan kinerja
karyawan.
C. Kriteria
pengujian
H0 ditolak
apabila Fhitung > dari Ftabel ( α = 0,05)
Menurut
Guilford (1956:480), bahwa tafsiran koefisien korelasi variabel dalam
penelitian dapat dikategorikan sebagai berikut:Taksiran koefisien korelasi yang
dikategorikan menurut metode Guilford adalah sebagai berikut :
Kategori
Korelasi Metode Guilford
|
Besarnya Pengaruh
|
Bentuk Hubungan
|
|
0,00 – 0,20
|
Sangat longgar,dapat diabaikan
|
|
0,21 – 0,40
|
Rendah
|
|
0,41 – 0,60
|
Moderat / Cukup
|
|
0,61 – 0,80
|
Erat
|
|
0,81 – 1,00
|
Sangat erat
|
Apabila pada
pengujian secara simultan H0 ditolak, artinya sekurangkurangnya ada
sebuah ƥyxi ≠ 0. Untuk mengetahui ƥyxi yang tidak sama dengan nol ,
maka dilakukan pengujian secara parsial.
Pengujian
Secara Parsial
Melakukan
uji-t, untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel
terikat hipotesis sebagai berikut :
Rumus
uji t yang digunakan adalah :
Hasilnya
dibandingkan dengan tabel t untuk derajat bebas n-k-1 dengan taraf signifikansi
5%.
# Hipotesis
H01 ;
ƥ = 0, stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja
H11 ; ƥ
≠ 0, stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
H02 ; ƥ = 0,
stres kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
H12 ; ƥ ≠ 0,
stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
H03 ; ƥ = 0,
kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
H13 ; ƥ ≠ 0
kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan .
Kriteria
pengujian
H0 ditolak
apabila thitung < dari ttabel (α = 0,05)
Jika
menggunakan tingkat kekeliruan (α = 0,01) untuk diuji dua pihak,
maka kriteria
penerimaan atau penolakan hipotesis yaitu sebagai berikut:
> Jika
t hitung ≥ t table maka H0 ada di daerah penolakan, berarti Ha
diterima artinya antara variabel X dan variabel Y ada hubungannya.
>Jika
t hitung ≤ t table maka H0 ada di daerah penerimaan, berarti Ha
ditolak artinya antara variabel X dan variabel Y tidak ada hubungannya.
Kesimpulan
Daerah yang
diarsir merupakan daerah penolakan, dan berlaku sebaliknya.Jika thitung dan
Fhitung jatuh di daerah penolakan (penerimaan), maka Ho ditolak (diterima) dan
Ha diterima (ditolak). Artinya koefisian regresi signifikan (tidak signifikan).
Kesimpulannya, stress kerja berpengaruh (tidak berpengaruh) terhadap kepuasan
kerja dan kinerja karyawan PT Nagamas Putera Jaya Bandung. Tingkat
signifikannya yaitu 5 % (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak
(diterima) dengan taraf kepercayaan 95 %, maka kemungkinan bahwa hasil dari
penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95 % dan hal ini menunjukan adanya
(tidak adanya pengaruh yang meyakinkan (signifikan) antara dua variabel
tersebut
Analisis
Jurnal 2
Penulis :
Mohamad Eky Nur Fauzy
Penerbit :
Universitas Komputer Indonesia
Tahun
Terbit : 2011
LATAR
BELAKANG
Dengan
semakin pesatnya ilmu dan teknologi serta datangnya era bebas sekarang ini di
dunia bisnis semakin dipengaruhi dengan persaingan yang cukup ketat dan banyak
menimbulkan berbagai macam persoalan, salah satu persoalan yang dihadapi oleh
perusahaan adalah bagaimana caranya meningkatkan kinerja yang baik dan memenuhi
standar. Salah satu faktor yang tak boleh dilupakan oleh perusahaan adalah
faktor Sumber Daya Manusia (SDM). SDM didalam perusahaan merupakan sesuatu yang
esensial untuk menjalankan roda perusahaan untuk mencapai tujuannya. Pada
umumnya kehidupan di dalam perusahaan apapun bentuk dan sifatnya baik yang
bergerak di bidang perdagangan maupun yang bergerak di bidang jasa, akan selalu
berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efektif dan
efisien.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
latar belakang yang telah diuraikan diatas maka yang menjadi rumusan masalah
adalah sebagai berikut :
>Bagaimana
stress kerja karyawan pada PT. Nobel Industries Bandung
>Bagaimana
kinerja karyawan pada pada PT. Nobel Industries Bandung
>Seberapa
besar pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Nobel Industries
Bandung
METODE
PENELITIAN
Dalam
memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penulisan
ilmiah ini, metode yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:
Objek
Penelitian
Objek yang
penulis jadikan bahan penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah PT.Nobel
Industries Bandung.
Pengujian
Hipotesis
”Hipotesis
didefinisikan sebagai dugaan atas jawaban sementara mengenai suatu masalah yang
masih perlu diuji secara empiris untuk mengetahui apakah pernyataan atau dugaan
jawaban itu dapat diterima atau tidak”. (Sugiyono 2008: 377)
langkah-langkah
pengujian hipotesis yaitu sebagai berikut :
1. Menentukan
variabel pengukuran
Variabel X =
Stres Kerja
Variabel Y =
Kinerja Karyawan
2. Menentukan
hipotesis nol (Ho)
Ho : β = 0
Stres Kerja
tidak berdampak secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
Hi : β ≠ 0
Stres Kerja
berdampak secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan
Kesimpulan Hipotesis
Penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan pengujian
hipotesis dan kriteria yang telah ditetapkan dengan didukung teori-teori yang
berkaitan dengan masalah yang diteliti. Untuk mengetahui penerimaan dan
penolakan tersebut digunakan dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
Analisis
Jurnal 3
Penulis :
Mellisa Iswandari
Penerbit :
Universitas Komputer Indonesia
Tahun
Terbit : 2011
LATAR
BELAKANG
Manajemen
sumber daya manusia adalah ilmu yang memfokuskan kepada pengelolaan,
pemanfaatan, dan pengaturan sumber daya manusia dalam kegiatannya di suatu
organisasi sehingga sumber daya manusia dapat berfungsi secara produktif.Salah
satu yang unsur yang diatur oleh manajemen adalah sumber daya manusia.Karena
sumber daya manusia adalah pemeran utama dari setiap perusahaan. Tanpa sumber
daya manusia maka perusahaan tidak ada. Sumber daya manusia merupakan asset
bagi perusahaan. Sumber daya manusia yang profesional adalah sumber dayamanusia
yang handal dan cakap dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh perusahaan.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka penulis
menetapkan
rumusan masalah mancakup:
>Bagaimana
stress kerja pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
>Bagaimana
kepuasan kerja pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
>Bagaimana
disiplin kerja karyawan pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
TUJUAN
PENELITIAN
Tujuan yang
ingin penulis capai dalam penelitian adalah sebagai berikut
> Untuk
mengetahui stres kerja pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
> Untuk
mengetahui kepuasan kerja pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
> Untuk
mengetahui disiplin kerja karyawan pasa PT Harja Gunatama Lestari Bandung
METODE
PENELITIAN
Dalam memperoleh
data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penulisan ilmiah ini,
metode yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:
Data/Variabel
1. Data
Kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar.
2. Data
Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang
diangkakan.
Jenis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data
kuantitatif. Sedangkan untuk sumber data yang dikumpulkan dan digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
Data primer
merupakan data yang didapat secara langsung dari sumber-sumber pertama baik
dari individu maupun dari kelompok. Sedangkan data sekunder adalah data yang
diperoleh secara tidak langsung atau data primer yang telah diolah lebih lanjut
dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain. Data
sekunder dari penelitian ini penulis dapatkan dari data perusahaan, mempelajari
buku-buku yang berhubungan dan laporan-laporan ilmiah terdahulu.
Metode
Pengumpulan Data / Variabel
Dalam
penelitian ini ada beberapa jenis pengumpulan yang digunakan
penulis
yaitu:
1. Wawancara,
yang merupakan metode pengumpulan data dengan cara
bertanya
langsung kepada responden, dalam hal ini kepada karyawan
2. Observasi,
yang merupakan metode pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan
terhadap data yang ditemukan di lapangan.
3. Kuesioner,
yang merupakan metode pengumpulan data dengan cara menyebarkan lembar
pertanyaan kepada responden, dalam hal ini kepada karyawan
SUMBER :
Ø UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
Ø Tiwinanta.blogspot.com















Tidak ada komentar:
Posting Komentar