Sabtu, 26 Januari 2013

Remedial (Analisis Jurnal Pertama)


Nama              : Maya Ikhlasiyah

Kelas                : 3ea17

Npm                : 14210284



“ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KONSUMEN TERHADAP PEMAKAIAN JASA HOTEL ATAU PENGINAPAN DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA”


BAB  1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dengan kondisi persaingan yang semakin tinggi antar perusahaan, setiap perusahaan saling berpacu untuk memperluas pasar. Harapan dari adanya perluasan pasar secara langsung adalah meningkatnya penjualan, sehingga perusahaan akan memiliki lebih banyak konsumen. Namun ada beberapa hal yang harus dipahami oleh perusahaan selaku produsen, bahwa semakin banyak konsumen maka perusahaan akan semakin sulit mengenali konsumennya secara teliti. Terutama tentang suka atau tidaknya konsumen terhadap barang atau jasa yang ditawarkan dan alasan yang mendasarinya.

Perusahaan yang mampu bersaing dalam pasar adalah perusahaan yang dapat menyediakan produk atau jasa berkualitas. Sehingga perusahaan dituntut untuk terus melakukan perbaikan terutama pada kualitas pelayanannya. Hal ini dimaksudkan agar seluruh barang atau jasa yang ditawarkan akan mendapat tempat yang baik di mata masyarakat selaku konsumen dan calon konsumen. Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik di dalam suatu perusahaan, akan menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Setelah konsumen merasa puas dengan produk atau jasa yang diterimanya, konsumen akan membandingkan pelayanan yang diberikan.

Bagi setiap perusahaan jasa perhotelan perlu berupaya memberikan yang terbaik kepada konsumennya. Untuk itu dibutuhkan identifikasi determinan utama kualitas jasa dari sudut pandang konsumen. Oleh karena itu perlu dilakukan riset untuk mengidentifikasi determinan jasa yang paling penting bagi pasar sasaran dan memperkirakan penilaian yang diberikan pasar sasaran terhadap perusahaan dan pesaing berdasarkan determinan-determinan tersebut. Dengan menganalisa tanggapan konsumen terhadap variabel-variabel tersebut maka perusahaan jasa perhotelan dapat menilai variabel mana yang belum sesuai dengan harapan konsumen. Sehingga dengan demikian dapat diketahui posisi relatif perusahaan di mata konsumen.

Selanjutnya perusahaan dapat memfokuskan upaya peningkatan kualitasnya pada determinan-determinan tersebut sepanjang waktu karena sangat mungkin terjadi prioritas pasar mengalami perubahan.Bersamaan dengan adanya perubahan lingkungan yang terjadi dan adanya perubahan perilaku manusia, maka semakin mendorong bertambahnya permintaan akan kebutuhan pemakaian jasa hotel. Semakin bertambahnya permintaan akan kebutuhan pemakaian jasa hotel dewasa ini mendorong para pengusaha di bidang jasa hotel khususnya dalam hal ini adalah Hotel Jayakarta ikut bersaing untuk menawarkan kelebihan-kelebihannya.

Pesaing yang dihadapi oleh Hotel Jayakarta bukan hanya dari perusahaan yang mempunyai fasilitas dan pelayanan yang sama tetapi juga dari perusahaan yang mempunyai fasilitas bar maupun restoran mewah untuk tujuan wisatawan. Dalam menghadapi hal tersebut ada beberapa dimensi kepuasan yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk mempergunakan jasa Hotel Jayakarta antara lain dimensi tangible, meliputi penampilan gedung hotel, interior bangunan hotel dan penampilan karyawan hotel, dimensi reliability, meliputi kemampuan hotel untuk memberikan pelayanan-pelayanan yang terbaik, dimensi responsiveness, meliputi kesediaan karyawan hotel untuk membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat, dimensi assurance, meliputi sopan santun para karyawan dan kemampuan mereka untuk membangkitkan rasa kepercayaan dan rasa percaya konsumen, serta dimensi empathy, yang meliputi rasa peduli dan perhatian secara pribadi yang diberikan pada konsumen.

Hal yang diuraikan di atas berlaku juga bagi usaha hotel. Hotel merupakan sebuah perusahaan jasa yang tidak hanya dikenal sebagai tempat bermalam ketika jauh dari rumah, tetapi juga dikenal karena pelayanan yang diberikan. Bertitik tolak dari latar belakang masalah diatas, penulis mencoba untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada hotel  Jayakarta dengan judul : “ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PEMAKAIAN JASA HOTEL ATAU PENGINAPAN DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA”.

1.2  Pokok Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan, ada dua masalah yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu :

        1. Apakah ada gap antara kualitas pelayanan dengan kepuasaan konsumen pada hotel atau penginapan  
            yang ada?

      2. Dimensi kualitas pelayananapa yang paling berpengaruh terhada kepuasaan konsumen pada hotel atau penginapan di Indonesia?

1.3  Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kondii pelayanan jasa hotel atau penginapa terhadap konsumen. Sedangkan tujuan khusus dari diadakannya penelitian ini adalah :
         1. Untuk mengetahui ada tidaknya gap antara kualitas pelayanan dengan kepuasaan konsumen pada hotel 
            atau penginapan yang ada di Indonesia.

         2.Untuk mengatahui dimensi kualitas pelayanan yang paling berpengaruh terhadap kepuasaan konsumen 
          pada hotel atau penginapan yang ada di Indonesia.

1.4  Kerangka Pemikiran

Hasil penelitian ini dapat membantu memberikan masukan dan pertimbangan bagi peningkatan kualitas pelayanan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Manfaat lainnya adalah dapat memberikan gambaran bagi perusahaan dalam membuat rencanan dan strategi yang baik dan terarah untuk mengelola hotel dimasa yang akan datang secara efektif dan efisien.



BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Kualitas Pelayanan

Modernitas dengan kemajuan teknologi akan mengakibatkan persaingan yang sangat ketat untuk memperoleh dan mempertahankan pelanggan. Kualitas pelayanan menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan perusahaan supaya mampu bertahan dan tetap mendapat kepercayaan pelanggan. Pola konsumsi dan gaya hidup pelanggan menuntut perusahaan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas. Keberhasilan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dapat ditentukan dengan pendekatan service quality yang telah dikembangkan oleh Parasuraman, Berry dan Zenthaml (dalam Lupiyoadi,2006:181). Service Quality adalah seberapa jauh perbedaan antara harapan dan kenyataan para pelanggan atas layanan yang mereka terima. Service Quality dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi pelanggan atas layanan yang benar-benar mereka terima dengan layanan sesungguhnya yang mereka harapkan. Kualitas pelayanan menjadi hal utama yang diperhatikan serius oleh perusahaan, yang melibatkan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan.
      

2.2  Hubungan Variabel
        Dalam penelitian ini, kepuasan konsumen ketiga jurnal diatas dipengaruhi oleh beberapa factor
       antara lain : tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.



BAB III

METODE PENELITIAN

1.1  Jenis Dan Sumber Data
       
        Jenis dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data  
       sekunder.

1. Data Primer
Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengisian kuesioner oleh responden, yaitu para tamu menginap di villa Agrowisata Kebun Teh Pagilaran.

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, baik berupa keterangan maupun literatur yang ada hubungannya dengan penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jumlah tamu menginap di villa Agrowisata Kebun Teh Pagilaran selama tahun 2008.

1.2  Teknik Pengumpulan Data

        Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan : Kuesioner, observasi dan studi pustaka


1.3  Variabel

       Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang
       mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik
       kesimpulannya ( Sugiyono, 2007 : 2 ). Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu :

1.      Variabel dependen
2.      Variabel independen



BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 HASIL ANALISIS PENELITIAN

      Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan metode Analisis korelasi. Perhitungan
      dilakukan dengan bantuan program SPSS. Nilai signifikansi yang berada di bawah 0,05
      menunjukkan sebagai item yang valid.

4.1.1 Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha.
Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai koefisien Alpha yang cukup besar yaitu diatas 0,6 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel yang berarti bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang handal.

4.1.2 Uji Asumsi Klasik

Suatu model regresi yang baik harus memenuhi tidak adanya masalah asumsi klasik dalam modelnya. Jika masih terdapat asumsi klasik maka model regresi tersebut masih memiliki bias. Jika suatu model masih terdapat adanya masalah asumsi klasik, maka akan dilakukan langkah revisi model ataupun penyembuhan untuk menghilangkan masalah tersebut. Pengujian asumsi klasik akan dilakukan berikut ini.

4.3.2.1 Uji Normalitas

Pengujian normalitas dilakukan terhadap residual regresi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan grafik P-P Plot. Data yang normal adalah data yang membentuk titik-titik yang menyebar tidak jauh dari garis diagonal. Hasil analisis regresi linier dengan grafik normal P-P Plot terhadap residual error model regresi diperoleh sudah menunjukkan adanya pola grafik yang normal, yaitu adanya sebaran titik yang berada tidak jauh dari garis diagonal.

4.2 PEMBAHASAN

Secara umum penelitian ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh hotel dan penginapan di berbagai daerah di wilayah indoneia secara umum sudah baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya tanggapan kepuasan yang tinggi dari responden terhadap kondisi dari masing-masing variabel penelitian. Dari hasil tersebut selanjutnya diperoleh bahwa variabel kualitas pelayanan dalam kelima dimensinya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.

Hal ini dikarenakan bahwa dengan pemberian pelayanan yang berkualitas, maka hal tersebut akan menciptakan kepuasan dalam diri konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tampilan fisik memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa bukti fisik dari penyedia jasa yang ditunjukkan dengan fasilitas, interior dan sumber daya manusia sebagai pemberi pelayanan akan menentukan kepuasan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kehandalan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa kehandalan dari penyedia jasa pelayanan yang ditunjukkan dengan kehandalan dalam bentuk kecepatan pelayanan, kemampuan pegawai, dan kehandalan pegawai dalam melayani konsumen akan dipertimbangkan dalam membentuk kepuasan konsumen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel daya tanggap memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa daya tanggap dari penyedia jasa pelayanan yang ditunjukkan dengan kesediaan staf dalam membantu, kesediaan staf dalam memberikan informasi, respon yang cepat dari karyawan, dan penyelesaian masalah dengan cepat akan memberikan pengaruh dalam terbentuknya kepuasan konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jaminan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa jaminan dari penyedia jasa pelayanan akan memberikan peningkatan pada kepuasan konsumen.



BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Analisis faktor menunjukkan; dimensi realibility (0,793) memiliki nilai KMO tertinggi dan dimensi assurance (0,609) merupakan atribut dengan nilai KMO terendah. Dimensi tangible, dengan atribut tersedianya media informasi yang lengkap dan informatif (0,703) menjadi atribut peringkat pertama yang dipentingkan oleh konsumen; reliability yang dipentingkan konsumen adalah kemampuan karyawan dalam pelayanan (0,790); pada responsiveness diperoleh nilai ekstrasi tertinggi, yaitu kecepatan menangani keluhan konsumen (0,806); dimensi assurance yang paling penting adalah keramahan dan perhatian menerima keluhan (0,932); pada dimensi empathy yang paling penting adalah acara atau kegiatan yang diadakan Grage Sangkan Hotel SPA (0,815).

Berdasarkan perhitungan metode CSI, tingkat kepuasan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA mencapai 80,24%. Perhitungan ini menunjukkan bahwa secara umum konsumen Grage Sangkan Hotel SPA berada pada kategori puas (66%-80%). Tingkat kesesuaian dapat digunakan dalam melihat peringkat atribut mutu pelayanan. Prioritas utama dalam peningkatan kepuasan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA adalah atribut sarana dan lingkungan pendukung, karena tingkat kesesuaiannya masih rendah.

2. Saran
Pihak manajemen hotel diharapkan lebih memprioritaskan perbaikan dan peningkatan pada atribut kecepatan penanganan atas keluhan dan pemberian umpan balik terhadap keluhan konsumen, serta mempertahankan atribut mutu pelayanan yang sudah baik, seperti mutu makanan dan minuman; keakuratan dalam pemberian informasi; kemampuan karyawan dalam melayani dan berkomunikasi; kesigapan, keramahan, kesopanan karyawan dalam melayani konsumen sebagai upaya menciptakan keunggulan bersaing perusahaan.


Analisis  Jurnal  1

Judul                            : ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP    
                                      KEPUASAN KONSUMEN MENGGUNAKAN JASA PENGINAPAN 
                                      (VILLA) AGROWISATA KEBUN TEH PAGILARAN

Pengarang                   : Ratih Hardiyanti

Tanggal/Bln/Tahun     : 20 Agustus 2010


Latar Belakang

Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik di dalam suatu perusahaan, akan menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Setelah konsumen merasapuas dengan produk atau jasa yang diterimanya, konsumen akan membandingkan pelayanan yang diberikan. Apabila konsumen merasa benar-benar puas, mereka akan membeli ulang serta memberi rekomendasi kepada orang lain untuk membeli di tempat yang sama. Oleh karena itu perusahaan harus memulai memikirkan pentingnya pelayanan pelanggan secara lebih matang melaui kualitas pelayanan, karena kini semakin disadari bahwa pelayanan (kepuasan pelanggan) merupakan aspek vital dalam rangka bertahan dalam bisnis dan memenangkan persaingan (Tjiptono, 2004:145).

Banyak faktor yang perlu diperhatikan untuk mempengaruhi konsumen salah satunya kualitas pelayanan Agrowisata Kebun Teh Pagilaran itu sendiri yang dapat diberikan oleh perusahaan, sehingga konsumen merasa terpuaskan. Agrowisata Kebun Teh Pagilaran yang merupakan salah satu pariwisata alam di Jawa Tengah yang sudah terkenal sampai ke luar kota. Ini terbukti dengan banyaknya pengunjung dari luar daerah kota Batang seperti misalnya: Salatiga,
Semarang, Jakarta, dan Cirebon, yang datang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di daerah wisata tersebut.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh tangible terhadap kepuasan konsumen?
2. Bagaimana pengaruh reliability terhadap kepuasan konsumen?
3. Bagaimana pengaruh responsiveness terhadap kepuasan konsumen?
4. Bagaimana pengaruh assurance terhadap kepuasan konsumen?
5. Bagaimana pengaruh empathy terhadap kepuasan konsumen?

Tujuan Penelitian

2.   Untuk menganalisis pengaruh variabel tangible terhadap kepuasan konsumen.
3.   Untuk menganalisis pengaruh variabel reliability terhadap kepuasan konsumen.
4.   Untuk menganalisis pengaruh variabel responsiveness terhadap kepuasan konsumen.



Metodologi Penelitian

Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2007 : 2 ). Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu :

1) Variabel dependen
Variabel dependen adalah variabel yang menjadi pusat perhatian utama peneliti. Hakekat sebuah masalah mudah terlihat dnegan mengenali berbagai variabel dependen yang digunakan dalam sebuah model. Variabilitas dari atau atas faktor inilah yang berusaha untuk dijelaskan oleh seorang peneliti (Ferdinand, 2006:26). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah : kepuasan konsumen ( Y )

2) Variabel Independen
Variabel independen yang dilambangkan dengan (X) adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik yang pengaruhnya positif maupun yang pengaruhnya negatif (Ferdinand, 2006:26). Variabel independen dalam penelitian ini adalah :

- Tangible (X1)
- Reliability ( X2)
- Responsiveness ( X3)
- Assurance (X4)
- Emphaty (X5)


Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapat persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 0,271 X1 + 0,197 X2 + 0,201 X3 + 0,316 X4 + 0,165 X5

Dari persamaan regresi tersebut dapat diketahui bahwa koefisien dari persamaan regresi adalah positif.




Analisis Jurnal  2 :

Judul                           :  ANALISIS MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN    
                                     GRAGE  SANGKAN HOTEL SPA  KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT

Pengarang                   :  Lonik Diriantini

Tanggal /Bln/Tahun    :  Mei 2009


Latar Belakang

Indonesia memiliki obyek wisata alam yang beragam di beberapa daerah, dimana daerah tesebut menjadi pasar bagi para wisatawan untuk berwisata. Daerah yang berpotensi memiliki objek wisata alam yang menarik sebagai contoh adalah Kabupaten Kuningan yang memiliki fenomena gunung tertinggi di Jawa Barat, yaitu Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 m dari permukaan laut (dpl) (BTNGC, 2007). Panorama alam Gunung Ciremai unik dan variatif serta memiliki nilai estetika yang tinggi dan pesona sunrise di puncak Ciremai.

Keragaman objek wisata di Kabupaten Kuningan menjadi daya tarik masyarakat untuk melakukan kegiatan wisatanya, sehingga daerah ini menjadi pasar potensial bagi masyarakat sekitar ataupun luar.). Salah satu sarana yang sangat menunjang keberlangsungan perkembangan wisata di Kabupaten Kuningan adalah industri perhotelan, dimana sarana ini berperan besar dalam memberikan fasilitas terhadap wisatawan dalam penyediaan akomodasi dengan produk utama berupa pelayanan dan fasilitas penginapan.

Rumusan Masalah

1. Atribut-atribut mutu pelayanan apakah yang paling mempengaruhi kepuasan konsumen Grage 
    Sangkan Hotel SPA ?
2. Apakah harapan konsumen atas mutu pelayanan Grage Sangkan Hotel SPA sudah terpenuhi ?
3. Bagaimana harapan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA atas mutu pelayanan yang ingin diterimanya?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Mengidentifikasi atribut-atribut mutu pelayanan yang paling mempengaruhi kepuasan konsumen   Grage Sangkan Hotel SPA.
2. Menganalisis tingkat kepuasan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA.
3. Merumuskan strategi peningkatan mutu pelayanan dalam meningkatkan kepuasan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA.

Metodologi Penelitian

Memperbaiki dan mempertahankan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya perlu terus dibina (Umar, 2003). Jika perusahaan dan pelanggan dapat berhubungan baik, maka akan menimbulkan persepsi pelanggan positif terhadap kesan yang diberikan kepada perusahaan. Dengan terbentuknya persepsi pelanggan pada sebuah perusahaan akan memberikan keuntungan pada perusahaan, yaitu adanya pembelian ulang dan menciptakan loyalitas konsumen.

Pemberian pelayanan bermutu, yaitu pelayanan yang diberikan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, serta harus dapat melebihi apa yang diharapkan konsumen. Pengkajian mutu pelayanan dilakukan untuk mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan konsumen dan yang diinginkannya, untuk mengetahui penilaian persepsi konsumen mengenai standar pelayanan yang telah diperoleh dan harapan konsumen tentang pemenuhan kepuasan atas pelayanan yang akan diberikan sebagai perbaikan

Kesimpulan

Analisis faktor menunjukkan; dimensi realibility (0,793) memiliki nilai KMO tertinggi dan dimensi assurance (0,609) merupakan atribut dengan nilai KMO terendah. Dimensi tangible, dengan atribut tersedianya media informasi yang lengkap dan informatif (0,703) menjadi atribut peringkat pertama yang dipentingkan oleh konsumen; reliability yang dipentingkan konsumen adalah kemampuan karyawan dalam pelayanan (0,790); pada responsiveness diperoleh nilai ekstrasi tertinggi, yaitu kecepatan menangani keluhan konsumen (0,806); dimensi assurance yang paling penting adalah keramahan dan perhatian menerima keluhan (0,932); pada dimensi empathy yang paling penting adalah acara atau kegiatan yang diadakan Grage Sangkan Hotel SPA (0,815).



Analisis Jurnal 3 :

Judul                            : ANALISIS PENGARUH KUALITAS JASA PELAYANAN TERHADAP   
                                     TINGKAT  KEPUASAN KONSUMEN PADA HOTEL KUSUMA 
                                     KARTIKA SARI

Pengarang                   : Legowo Dwi Resihono

Tanggal/Bln/Tahun     : Maret 2011


Latar Belakang

Perkembangan dan peningkatan jasa pelayanan perhotelan dari tahun ke tahun menjadi perhatian setiap konsumen. Karena semakin ketatnya persaingan dan meningkatnya tuntutan konsumen dalam hal pelayanan, maka perusahaan perlu melakukan berbagai hal yaitu dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik.

Kualitas pelayanan memberikan suatu dorongan kepada konsumen untuk menjalin ikatan hubungan yang baik dengan penyedia jasa, di samping melakukan kualitas pelayanan. Perusahaan perlu mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumennya. Dengan kualitas pelayanan yang baik bisa memberikan kepuasan kepada konsumen. Maka perusahaan harus mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen.


Analisis Data

Hasil analisis data yang diperoleh dari jawaban responden atas kuesioner tentang variabel kualitas pelayanan (x), dan variabel kepuasan konsumen (y), yang kemudian dianalisis dengan menggunakan program SPSS, diperoleh hasil bahwa mean atau rata-rata untuk masing-masing variabel yaitu untuk variabel kualitas pelayanan, mean sebesar 57,66 dan standar deviasi sebesar 4,021, untuk variabel kepuasan konsumen, mean sebesar 10,99 dan standar deviasi sebesar 1,732.
Analisis regresi tentang kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen di Hotel Kusuma Kartika Sari, dapat dihitung sebagaimana berikut ini :

y = a + bx


kesimpulan

Variabel kualitas pelayanan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kepuasan konsumen, yang berarti jika konsumen merasa memperoleh pelayanan yang baik, maka konsumen akan merasa puas dengan pelayanan tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya koefisien regresi sebesar 0,115 yang memiliki tingkat signifikan 0,002 jauh di bawah batas signifikan 0,05, serta harga koefisien korelasi sebesar 0,2054 yang lebih besar dari harga rtabel sebesar 0,195.


SUMBER :
Ø  Eprint.sundip.ac.id/23/45/01/Skripsi.pdf

Remedial (Analisis Jurnal Kedua)


Nama              : Maya Ikhlasiyah

Kelas                : 3ea17

Npm                : 14210284



“PENGARUH STRESS KERJA TERHADA KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA SUATU PERUSAHAAN “

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang

Globalisasi mengakibatkan adanya perubahan dengan tuntutan tertentu pada tenaga kerja seperti dalam hal penguasaan teknologi baru, batasan atau waktu yang lebih ketat, perubahan tuntutan terhadap hasil kerja serta perubahan dalam peraturan kerja dan lain lain dapat menimbulkan suatu situasi yang menekan tenaga kerja yang bersangkutan. Jika karyawan sebagai individu tidak dapat dengan segera menyesuaikan diri maka ia dapat mempersepsikan hal ini sebagai tekanan yang mengancam dirinya dan lama kelamaan dapat menimbulkan stres bagi karyawan yang bersangkutan. Fred Luthans (terjemahan V.A. Yuwono,dkk 2006:439) mengemukakan bahwa: “Banyak manajer melaporkan stress berkaitan dengan pekerjaan, dan lingkungan baru semakin memperburuk suasana”.

Kesenjangan stress kerja ini merupakan keseriusan menimpa setiap karyawan di tempat kerjanya. Banyak karyawan yang setiap tahunnya harus mengambil cuti untuk meredakan konflik dan ketegangan dalam kehidupan mereka, serta dapat merupakan tantangan, rangsangan dan pesona, namun bisa pula berarti kekhawatiran, konflik, ketegangan dan ketakutan tergantung bagaimana kita memandangnya. Para ahli mengatakan bahwa stress dapat timbul sebagai akibat tekanan atau ketegangan yang bersumber dari ketidakselarasan antara seseorang dengan lingkungannya. Seperti yang dikemukakan oleh Handoko (2008:200) stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi,proses berpikir dan kondisi seseorang. Hasilnya, stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan, yang akhirnya mengganggu pelaksanaan tugas-tugasnya berarti mengganggu prestasi kerjanya.

Biasanya stres semakin kuat apabila menghadapi masalah yang datangnya bertubi-tubi. Hal ini merupakan indikasi bahwa begitu banyak stres yang dialami para pekerja, tidak seharusnya terjadi dan dapat dicegah. Pengendalian terhadap stress yang disfungsional akan dapat membantu organisasi agar berjalan lebih efektif.Beberapa alasan di atas memberikan pemahaman bahwa stres yang dialami oleh individu-individu yang terlibat dalam suatu organisasi ternyata dapat membawa dampak yang cukup besar bagi orang yang bersangkutan. Karena itu perlu dipahami sumber stres yang potensial dalam suatu organisasi agar dapat diupayakan pencegahan yang diperlukan.

Kepuasan kerja sangatlah penting sebab karyawan dalam sebuah organisasi merupakan faktor yang paling dominan dalam menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan organisasi. Kepuasan kerja karyawan harus diciptakan sebaik – baiknya agar moral kerja, dedikasi, kecintaan dan kedisiplinan kerja tinggi. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda beda sesuai dengan karakteristik yang berlaku pada dirinya. Masalah kepuasan kerja penting sekali untuk diperhatikan, karena kepuasan yang tinggi akan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan akan mendorong karyawan untuk berprestasi.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis pada beberapa orang karyawan, bahwa stress kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Suasana kerja yang tidak nyaman seperti beban kerja yang berlebih secara psikologis akan menimbulkan stress dilingkungan kerja. Karyawan yang bekerja dalam suasana tertekan tidak akan bisa memberikan hasil kerja yang baik dan berprestasi. Hal tersebut secara tidak langsung akan menghilangkan peluang untuk mendapatkan promosi .

Dengan melihat permasalahan di atas, maka penulis berminat untuk melakukan penelitian yang berjudul“Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Suatu Perusahaan”


1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1.      Bagaimana stres kerja karyawan
2.       Bagaimana kepuasan kerja karyawan
3.       Seberapa besar pengaruh stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan

1.3     Tujuan Penelitian
1.       Untuk mengetahui stres kerja karyawan pada perusahaan – perusahaan.
2.        Untuk mengetahui kepuasan kerja karyawan pada perusahaan – perusahaan.
3.       Untuk mengetahui besarnya pengaruh stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada perusahaan – perusahaan.


BAB  II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kajian Pustaka
Stress Kerja
Secara umum stress sering diartikan sebagai kondisi tegang yang tidak menyenangkan, karena seseorang secara subjektif merasa ada sesuatu yang membebaninya. Perkataan stress berasal dari bahasa latinStingere, yang digunakan pada abad XVII untuk menggambarkan kesukaran, penderitaan dan kemalangan.

Pengertian Stress Kerja

Terdapat beberapa ahli yang mengemukakan definisi tentang stress kerja seperti dibawah ini :
Marihot Tua Efendi Hariandja (2002:303) mengemukakan bahwa: Stress adalah Ketegangan atau tekanan emosional yang dialami sesesorang yang sedang menghadapi tuntutan yang sangat besar, hambatan-hambatan, dan adanya kesempatan yang sangat penting yang dapat mempengaruhi emosi, pikiran dan kondisi fisik seseorang.
Pengertian stress kerja Menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2008:157) adalah :
Perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan.Stress kerja ini tampak darisimptom, antara lain emosi tidak stabil,perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah
meningkat, dan mengalami gangguan pencernaan.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa stress adalah respons adaptif terhadap situasi eksternal yang menghasilkan penyimpangan fisik, psikologis, dan atau perilaku pada anggota organisasi.Kesimpulan di atas menunjukan adanya kondisi tertentu dalam lingkungan yang merupakan sumber potensial bagi munculnya stres. Bagaimana bentuk stress yang dihayati tergantung dari karakteristik yang unik dari individu yang bersangkutan serta penghayatannya tehadap faktor-faktor dari lingkungan yang potensial memunculkan stress padanya, walaupun hampir setiap kelompok orang dihadapkan pada jenis atau kondisi stress yang serupa, tetapi hal ini akan menghasilkan reaksi yang berbeda, bahkan dalam menghadapi jenis stress atau kondisi yang sama setiap individu dapat berbeda-beda pola reaksinya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stress Kerja
Menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2008:157) berpendapat bahwa :
Penyebab stress kerja, antara lain beban kerja yang dirasakan terlalu berat,waktu kerja yang mendesak, kualitas pengawasan kerja yang rendah, iklim kerja yang tidak sehat, otoritas kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan tanggung jawab, konflik kerja, perbedaan nilai antarakaryawan dengan pemimpin yang frustasi dalam kerja.
T. Hani Handoko (2001:193) mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kondisi kerja yang sering menyebabkan stress bagi para karyawan , diantarnya adalah:

1.      Beban kerja yang berlebihan
2.      Tekanan atau desakan waktu
3.      Kualitas supervisi yang jelek
4.      Iklim politis yang tidak aman
5.      Umpan balik tentang pelaksanaan kerja yang tidak memadai

Kepuasan Kerja
Setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempatnya bekerja. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbedabeda sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam diri setiap individu. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan.

Pengertian Kepuasan Kerja
Pengertian kepuasan kerja menurut Malayu S.P. Hasibuan (2003:202) adalah:
Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya

Menurut T. Hani Handoko (2001:193) pengertian kepuasan kerja adalah Sebagai berikut:
Kepuasan kerja adalah pandangan karyawan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap pekerjaan mereka Perasaan tersebut akan tampak dari sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli sebagaimana diungkapkan di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah suatu sikap yang dimiliki oleh seseorang mengenai pekerjaan yang dihasilkan dari persepsi mereka terhadap pekerjaannya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Stephen P. Robbins (2001:149) mengemukakan bahwa variabel-variabel yang berhubungan dengan kepuasan kerja adalah: "Mentality challenging,equitable rewards, supportive working condition, and supportive colleagues".
Mentality Challenging (kerja yang secara mental menantang), karyawan cenderung lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka, dan menawarkan beragam tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai betapa baik mereka bekerja. Equitable rewards (ganjaran yang pantas), karyawan menginginkan system upah dan kebijakan promosi yang mereka persepsikan
sebagai adil, tidak meragukan dan segaris dengan pengharapan mereka.
Supportive working (Kondisi kerja yang mendukung), karyawan sangat memperhatikan faktor-faktor lingkungan kerja seperti kenyamanan bekerja. Studi fisik mengatakan bahwa karyawan lebih suka lingkungan fisik yang tidak berbahaya dan nyaman. Supportive colleagues (Rekan kerja yang mendukung),karyawan tidak hanya membutuhkan uang dan sesuatu yang dapat diukur. Pada dasarnya karyawan membutuhkan teman sebagai interaksi sosial dan bahkan pimpinan yang dapat bekerja sama dengan karyawan.

2.2 HIPOTESIS
Pengertian hipotesis menurut Sugiyono (2009:64) adalah : Jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1  Data & Sumber Data

Penulis melakukan penelitian ini untuk mendapatkan data mengenai objek yang akan diteliti, data tersebut dapat dikelompokkan kedalam dua jenis data :

         Data Primer
Data primer merupakan data yang diambil langsung dari responden secara
langsung yang dikumpulkan melalui survei lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan tertentu yang dibuat untuk itu. (Umi Narimawati 2007:76)

         Data Sekunder
Data Sekunder merupakan data penunjang yang digunakan untuk mendukung penelitian, dalam penelitian ini meliputi informasi mengenai karakteristik organisasi, jumlah karyawan, data hasil evaluasi karyawan, penelitian terdahulu, serta materi perkuliahan yang berhubungan dengan objek
data yang akan diteliti oleh penulis. (Umi Narimawati 2007:76)

3.2 Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel penelitian yaitu :
1.      Variabel bebas (Independent Variable) Variabel bebas adalah merupakan
Variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent(terikat), Sugiyono (2009:59). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Stres Kerja.
2.      Variabel Terikat (Dependent Variable)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas, Sugiyono (2009:59). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel Dependent (terikat) Kepuasan Kerja Karyawan.


3.2 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan wawancara, observasi,kuesioner, dan dokumentasi. pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap karyawan pada kantor pusat PT.POS Indonesia. Dan data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas.

3.3  Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Riset Lapangan (Field Research)
Riset lapangan adalah melakukan penelitian secara langsung ke lokasi dengan cara sebagai berikut :

A.    Wawancara.
Cara pengumpulan data dengan jalan tanya-jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Berupa tanya-jawab kepada pihak perusahaan untuk memberikan gambaran dan informasi yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan. Wawancara berfungsi sebagai metode primer jika menjadi satu-satunya alat pengumpul data, punya kedudukan utama, sebagai metode pelengkap, jika hanya digunakan untuk mencari informasi-informasi yang tidak dapat diperoleh dengan cara lain, sebagai metode kriterium, menguji kebenaran data yang diperoleh dengan cara lain, sebagai alat pertimbangan untuk memutuskan.

B.     Observasi.
Merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati dan
melihat secara langsung dengan objek yang berhubungan dengan masalah
yang akan diteliti.

C.     Teknik Angket (kuesioner)
Kuesioner dilakukan dengan cara menyebarkan seperangkat daftar pertanyaan tertulis kepada responden (sampel penelitian). Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang telah disediakan dengan member tanda silang pada jawaban yang paling sesuai. Dalam penelitian ini penulis mengemukakan beberapa pertanyaaan yang mencerminkan pengukuran indikator dari dua variabel bersangkutan.

Riset Kepustakaan (Library Research)
Riset kepustakaan adalah serangkaian penelitian yang dilakukan dengan membaca literatur, buku, majalah, jurnal, data-data penelitian terdahulu untuk mendapatkan data sekunder dan juga sebagai suatu landasan teoritis dalam menganalisa masalah yang diteliti.


Analisis Jurnal 1

Penulis            : Helmi Haryanto
Penerbit          : Universitas Komputer Indonesia
Tahun Terbit : 2011


LATAR BELAKANG

Sumber daya manusia merupakan asset yang paling penting bagi organisasi, dimana pada hakekatnya berfungsi sebagai faktor penggerak bagi setiap kegiatan di dalam perusahaan. Suatu organisasi dalam melakukan aktivitasnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan perlu adanya manajemen yang baik terutama sumber daya manusia, karena sumber daya manusia merupakan modal utama dalam merencanakan, mengorganisir,mengarahkan serta menggerakkan faktor-faktor yang ada dalam suatu organisasi.Interaksi karyawan dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya menghasilkan barang atau jasa. Berdasarkan unjuk kerjanya, karyawan mendapatkan imbalan yang berdampak pada kepuasan kerjanya dan kinerja nya.

RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.      Bagaimana Tingkat Stres Kerja Karyawan PT Nagamas Putera Jaya.
2.      Bagaimana Kepuasan Kerja Karyawan PT Nagamas Putera Jaya
3.      Bagaimana Kinerja Karyawan PT Nagamas Putera Jaya.

METODE PENELITIAN

Dalam memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penulisan ilmiah ini, metode yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:
Objek Penelitian
Objek yang penulis jadikan bahan penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah PT.Nagamas Putera Jaya.


Data/Variabel
Jenis data yang digunakan untuk bahan penelitian penulis yaitu data primer. Data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti, baik dari objek individual (responden) maupun dari suatu perusahaan/instansi.

Analisis Kuantitatif
Data yang telah dikumpulkan melalui kuisioner akan diolah dengan pendekatan kuantitatif. Terlebih dahulu dilakukan tabulasi dan memberikan nilai sesuai dengan sistem yang ditetapkan. Jenis kuisioner yang digunakan adalah kuisioner tertutup dengan menggunakan skala ordinal. Untuk teknik perhitungan data kuesioner yang telah diisi oleh responden digunakan skala likert dengan langkah-langkah : yaitu , memberikan nilai pemboboton 5-4-3-2-1 untuk jenis pertanyaan positif.
Selanjutnya untuk mengolah data-data tersebut peneliti menggunakan beberapa metode antara lain:

Analisis Jalur
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis) karena peneliti ingin memastikan apakah ada pengaruh stres kerja, terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan Analisis jalur (path analysis).
Analisis jalur mengkaji hubungan sebab akibat yang bersifat struktural dari variabel independen terhadap variabel dependen dengan mempertimbangkan keterkaitan antar variabel independen.

Analisis Korelasi
Menurut Sudjana (2001: 152), pengujian korelasi digunakan untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan antara variabel x dan y, dengan menggunakan pendekatan koefisien korelasi Pearson dengan rumus :
dimana : r =  

r = koefisien korelasi
x = stres kerja
z = kinerja karyawan
n = jumlah responden

Analisis Determinasi
Persentase peranan semua variable bebas atas nilai variable bebas ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi (R2). Semakin besar nilainya maka menunjukkan bahwa persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi variable terikat. Hasil koefisien determinasi ini dapat dilihat dari perhitungan dengan Microsoft/SPSS atau secara manual didapat dari R2 = SSreg/SStot
Kd r x100%
Dimana :
d = Koefisien Determinasi
r  = Koefisien korelasi

Pengujian Hipotesis
Dalam penelitian ini yang akan diuji adalah seberapa besar pengaruh stres kerja terhadap kepuasan dan kinerja karyawan. Dengan memperhatikan karakteristik variabel yang akan diuji, maka uji statistik yang akan digunakan adalah melalui perhitungan analisis regresi dan korelasi.
Langkah – langkah dalam analisisnya sebagai berikut :

    1. Pengujian Secara Simultan/Total.
Melakukan uji F untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat.

   A.    Rumus uji F yang digunakan adalah :
F = 

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variable bebas secara bersama – sama dapat berperan atas variable terikat. Pengujian ini dilakukan menggunakan distribusi F dengan membandingkan anatara nilai F –kritis dengan nilai F-test yang terdapat pada Tabel Analisis of Variance (ANOVA) dari hasil perhitungan dengan micro-soft. Jika nilai Fhitung > Fkritis,maka H0 yang menyatakan bahwa variasi perubahan nilai variabel bebas (stres kerja,kepuasan kerja) tidak dapat menjelaskan perubahan nilai variabel terikat (kinerja karyawan) ditolak dan sebaliknya.
Menurut Sudjana (2001 : 369) perhitungan terhadap titik keeratan dan arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat adalah menggunakan uji korelasi. Kemudian dilakukan perhitungan terhadap koefisien yang disebut juga koefisien korelasi produk moment (Pearson).

     B. Hipotesis
H0 ; ƥ = 0, Secara simultan stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan dan kinerja karyawan
H1 ; ƥ ≠ 0,Secara simultan stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan dan kinerja karyawan.

    C. Kriteria pengujian
H0 ditolak apabila Fhitung > dari Ftabel ( α = 0,05)
Menurut Guilford (1956:480), bahwa tafsiran koefisien korelasi variabel dalam penelitian dapat dikategorikan sebagai berikut:Taksiran koefisien korelasi yang dikategorikan menurut metode Guilford adalah sebagai berikut :
Kategori Korelasi Metode Guilford
Besarnya Pengaruh
Bentuk Hubungan
0,00 – 0,20
Sangat longgar,dapat diabaikan
0,21 – 0,40
Rendah
0,41 – 0,60
Moderat / Cukup
0,61 – 0,80
Erat
0,81 – 1,00
Sangat erat
Apabila pada pengujian secara simultan H0 ditolak, artinya sekurangkurangnya ada sebuah ƥyxi ≠ 0. Untuk mengetahui ƥyxi yang tidak sama dengan nol , maka dilakukan pengujian secara parsial.

Pengujian Secara Parsial
Melakukan uji-t, untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat hipotesis sebagai berikut :

Rumus uji t yang digunakan adalah :
  I = 1,2,3...,5
Hasilnya dibandingkan dengan tabel t untuk derajat bebas n-k-1 dengan taraf signifikansi 5%.

# Hipotesis
H01 ; ƥ = 0, stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja
H11 ; ƥ ≠ 0, stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja.
H02 ; ƥ = 0, stres kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
H12 ; ƥ ≠ 0, stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
H03 ; ƥ = 0, kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
H13 ; ƥ ≠ 0 kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan .

Kriteria pengujian
H0 ditolak apabila thitung < dari ttabel (α = 0,05)
Jika menggunakan tingkat kekeliruan (α = 0,01) untuk diuji dua pihak,
maka kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis yaitu sebagai berikut:

> Jika t hitung ≥ t table maka H0 ada di daerah penolakan, berarti Ha diterima artinya antara variabel X dan variabel Y ada hubungannya.

>Jika t hitung ≤ t table maka H0 ada di daerah penerimaan, berarti Ha ditolak artinya antara variabel X dan variabel Y tidak ada hubungannya.

Kesimpulan
Daerah yang diarsir merupakan daerah penolakan, dan berlaku sebaliknya.Jika thitung dan Fhitung jatuh di daerah penolakan (penerimaan), maka Ho ditolak (diterima) dan Ha diterima (ditolak). Artinya koefisian regresi signifikan (tidak signifikan). Kesimpulannya, stress kerja berpengaruh (tidak berpengaruh) terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan PT Nagamas Putera Jaya Bandung. Tingkat signifikannya yaitu 5 % (α = 0,05), artinya jika hipotesis nol ditolak (diterima) dengan taraf kepercayaan 95 %, maka kemungkinan bahwa hasil dari penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95 % dan hal ini menunjukan adanya (tidak adanya pengaruh yang meyakinkan (signifikan) antara dua variabel tersebut

Analisis Jurnal 2

Penulis            : Mohamad Eky Nur Fauzy
Penerbit          : Universitas Komputer Indonesia
Tahun Terbit : 2011


LATAR BELAKANG

Dengan semakin pesatnya ilmu dan teknologi serta datangnya era bebas sekarang ini di dunia bisnis semakin dipengaruhi dengan persaingan yang cukup ketat dan banyak menimbulkan berbagai macam persoalan, salah satu persoalan yang dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana caranya meningkatkan kinerja yang baik dan memenuhi standar. Salah satu faktor yang tak boleh dilupakan oleh perusahaan adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM). SDM didalam perusahaan merupakan sesuatu yang esensial untuk menjalankan roda perusahaan untuk mencapai tujuannya. Pada umumnya kehidupan di dalam perusahaan apapun bentuk dan sifatnya baik yang bergerak di bidang perdagangan maupun yang bergerak di bidang jasa, akan selalu berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efektif dan efisien.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka yang menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut :

>Bagaimana stress kerja karyawan pada PT. Nobel Industries Bandung
>Bagaimana kinerja karyawan pada pada PT. Nobel Industries Bandung
>Seberapa besar pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Nobel Industries Bandung

METODE PENELITIAN

Dalam memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penulisan ilmiah ini, metode yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:
Objek Penelitian
Objek yang penulis jadikan bahan penelitian dalam penulisan ilmiah ini adalah PT.Nobel Industries Bandung.


Pengujian Hipotesis

”Hipotesis didefinisikan sebagai dugaan atas jawaban sementara mengenai suatu masalah yang masih perlu diuji secara empiris untuk mengetahui apakah pernyataan atau dugaan jawaban itu dapat diterima atau tidak”. (Sugiyono 2008: 377)

langkah-langkah pengujian hipotesis yaitu sebagai berikut :

1.      Menentukan variabel pengukuran
Variabel X = Stres Kerja
Variabel Y = Kinerja Karyawan

2.      Menentukan hipotesis nol (Ho)
Ho : β = 0  
Stres Kerja tidak berdampak secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
Hi : β ≠ 0
Stres Kerja berdampak secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan

Kesimpulan Hipotesis
Penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan pengujian hipotesis dan kriteria yang telah ditetapkan dengan didukung teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Untuk mengetahui penerimaan dan penolakan tersebut digunakan dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

Analisis Jurnal 3

Penulis            : Mellisa Iswandari
Penerbit          : Universitas Komputer Indonesia
Tahun Terbit : 2011


LATAR BELAKANG

Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu yang memfokuskan kepada pengelolaan, pemanfaatan, dan pengaturan sumber daya manusia dalam kegiatannya di suatu organisasi sehingga sumber daya manusia dapat berfungsi secara produktif.Salah satu yang unsur yang diatur oleh manajemen adalah sumber daya manusia.Karena sumber daya manusia adalah pemeran utama dari setiap perusahaan. Tanpa sumber daya manusia maka perusahaan tidak ada. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan. Sumber daya manusia yang profesional adalah sumber dayamanusia yang handal dan cakap dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh perusahaan.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka penulis
menetapkan rumusan masalah mancakup:

>Bagaimana stress kerja pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
>Bagaimana kepuasan kerja pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
>Bagaimana disiplin kerja karyawan pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin penulis capai dalam penelitian adalah sebagai berikut
     > Untuk mengetahui stres kerja pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
     > Untuk mengetahui kepuasan kerja pada PT Harja Gunatama Lestari Bandung
     > Untuk mengetahui disiplin kerja karyawan pasa PT Harja Gunatama Lestari Bandung


METODE PENELITIAN

Dalam memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penulisan ilmiah ini, metode yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:

Data/Variabel

1.      Data Kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar.
2.      Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sedangkan untuk sumber data yang dikumpulkan dan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

Data primer merupakan data yang didapat secara langsung dari sumber-sumber pertama baik dari individu maupun dari kelompok. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung atau data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain. Data sekunder dari penelitian ini penulis dapatkan dari data perusahaan, mempelajari buku-buku yang berhubungan dan laporan-laporan ilmiah terdahulu.

Metode Pengumpulan Data / Variabel
Dalam penelitian ini ada beberapa jenis pengumpulan yang digunakan
penulis yaitu:

1. Wawancara, yang merupakan metode pengumpulan data dengan cara
bertanya langsung kepada responden, dalam hal ini kepada karyawan
2. Observasi, yang merupakan metode pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan terhadap data yang ditemukan di lapangan.
3. Kuesioner, yang merupakan metode pengumpulan data dengan cara menyebarkan lembar pertanyaan kepada responden, dalam hal ini kepada karyawan

SUMBER :
 Ø  UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
 Ø  Tiwinanta.blogspot.com