Rabu, 27 Maret 2013

Analisis Pembahasan Materi Komputer Lembaga Keuangan


BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA (Pembahasan)
 
Bank adalah sebuah lembaga atau badan usaha untuk menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, giro dan lain sebagainya. Bank sangat diperlukan dalam perekonomian modern sebagai mediator antara kelompok – kelompok masyarakat yang kelebihan dana (rumah tangga ) dan kelompok masyarakat yang memerlukan dana ( pengusaha).

Bank berkaitan dengan adanya uang. Uang mempunyai beberapa fungsi diantaranya :
      A.    Alat Tukar
      B.     Satuan Hitung
      C.     Kekayaan & Kemakmuran

Secara umum ada beberapa macam produk  bank  yaitu : simpanan giro (Demand Deposit), simpanan tabungan (Saving Deposit) , simpanan deposito (Time Deposit). Simpanan giro merupakan simpanan dana murah bagi bank, karena bunga atau balas jasa ang dibayar paling murah jika dibandingkan dengan simpanan tabungan dan simpanan deposito dengan begitu Bank berperan sebagai kredit (Loan).

Bank mempunyai tugas untuk menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masrakat dalam bentuk pinjaman atau tabungan.sebagai contoh misalkan Tuan A seorang pengusaha dan kaya raya memiliki kelebihan uang  ia memerlukan bank untuk menghimpun atau menyimpan uangnya (i1) .sedangkan Tuan B ingin seperti tuan A namun ia kekurangan uang sehingga ia meminjam uang ke Bank agar dirinya bisa seperti tuan A. namun tuan B harus membayar bunga kepada bank (i2) dengan begitu bank akan memperoleh keuntungan dari  tuan A dan tuan B atau dari i2 – i1 = Laba => interest spread.

Dalam kegiatan bank biasanya sering terjadi kendala dalam proses penghimpunan dana maupun peminjaman dana.namun yang sering terjadi adalah dalam hal peminjaman dana karena biasanya dalam peminjaman dana terdapat resiko – resiko yang tidak bisa diduga misalnya nasabah yang meminjam uang meninggal dunia akibatnya nasabah tidak dapat membayarkan hutangnya .resiko inilah yang disebut dengan Transfer Of Risk. jadi, dapat kita rumuskan bahwa : 

i3 < i2
i1 < i3

Keterangan :  

i1 = Bunga yang didapat Investor
i2 = Bunga yang didapat pihak Bank
i3 = Bunga yang harus dibayar Peminjam


I3  ----à obligasi (surat hutang) = i diskonto (bunga dibayar dimuka)
     ----à stock / saham 

Obligasi dan stock/saham merupakan aplikasi pasar modal. Berikut contoh kasusnya : pak Andi merupakan seorang pengusaha ia menjual modalnya dalam bentuk saham sebesar 40% dan akan memperoleh keuntungan (profit) pada akhir tahun yang disebut dengan deviden.
Rumus : Profit – Laba Ditahan (retained earning) = laba yang dibagikan (deviden)

Contoh kasus tidak sampai akhir periode :
Pada tanggal 07 maret 2012 jam 10.00 WIB  membeli saham UNL 10.00/Lot Lalu menjualnya pada tanggal 10 maret 2012 jam 14.00 WIB dengan harga saham UNL 10.500/Lot. Harga saham awal waktu membeli 10.000/Lot sedangkan saat menjual 10.500/Lot. Maka yang 500/Lot disebut sebagai Capital Gain sedangkan  Saham yang 10.000/Lot dinamakan Short Shelling.


FINANCIAL WORLD FLOW

bank menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan  (pengusaha), mengingat banyaknya bank yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Misalnya bank menjalin kerjasama dengan perusahaan motor AHM Honda dan bank membuka perusahaan baru yang disebut dengan Leasing.

Berikut alur kegiatannya :

    > Nasabah menyimpan uangnya pada Bank untuk mengurangi resiko apabila memegang uang tunai dan mendapat bunga

   > Peminjam  ingin meminjam uang pada pihak Bank untuk modal usaha dan lain-lain, Pihak Bank mengenai Bunga pada pihak peminjam sebagai balas jasa dan untuk bunga Nasabah.

   > Pihak Bank tidak Ingin menanggung resiko sendiri maka pihak Bank bekerja sama dengan Pihak XYZ agar mendapat ganti rugi jika nanti terkena musibah, perampokan atau yang lainnya dengan membayar premi sesuai tanggungannya.

   > Pihak Asuransi XYZ juga tidak ingin menanggung resiko dari Bank sendiri maka dari itu mereka bekerja sama dengan Asuransi ABC,kegiatan ini disebut REASURANSI

   > Dan Pihak Asuransi ABC juga membagi Resiko kepada pihak Asuransi KLN, kegiatan ini disebut RETROSESI dan pada umumnya Asuransi KLN ini perusahaan yang besar yang ada di luar negeri.
 
   > Perusahaan Asuransi KLN mencari cara untuk menanggung resiko dari semua pihak asuransi lain dengan cara menjadi Investor pada CAPITAL MARKET dan menjadi Nasabah pada Bank Lain untuk melakukan kegiatan Investasinya..


PERANTARA KEUANGAN :

                         i1<i2     i1<i3
(+)surplus         i2>i3→ i3>i2
↓i1             ↓
Bank          i3     secara langsung kepada yang punya uang
↓i2             ↑
(-)minus
I2>i1→i2-i1 =interest spread


KESIMPULAN AKHIR :

   Ø  OP.OQ dan PQ melakukan  transaksi di pasar modal untuk mencari capital gain.

   Ø  Jika perusahaan asing ingin membeli maka besar nya saham itu sendiri  maksimal sebesar 20% namun jika lebih dari 50% maka kepemilikan saham harus pindah.

   Ø  Jika 1 orang yang meminjam @100.000, kalau 1000 orang yang  meminjam  hanya @100 hal ini dinamakan dengan (The Law Of The Large Number).

   Ø  PQ -à perusahaan kecil yang dibentuk. Jika tariff PQ 20% maka saham bank menjadi milik PQ

   Ø  Likuiditas  adalah  cadangan uang yang harus dimiliki oleh bank pada saat ada nasabah yang ingin meminjam  uang atau mengambil uang di bank atau dalam arti lain memenuhi kewajiban jangka pendek.

   Ø  Solvabilitas adalah kemampuan bank untuk mengembalikan uang nasabah apabila nasabah tersebut telah meninggal dunia dalam arti lain memenuhi kewajiban jangka panjangnya.

Sabtu, 26 Januari 2013

Remedial (Analisis Jurnal Pertama)


Nama              : Maya Ikhlasiyah

Kelas                : 3ea17

Npm                : 14210284



“ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KONSUMEN TERHADAP PEMAKAIAN JASA HOTEL ATAU PENGINAPAN DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA”


BAB  1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dengan kondisi persaingan yang semakin tinggi antar perusahaan, setiap perusahaan saling berpacu untuk memperluas pasar. Harapan dari adanya perluasan pasar secara langsung adalah meningkatnya penjualan, sehingga perusahaan akan memiliki lebih banyak konsumen. Namun ada beberapa hal yang harus dipahami oleh perusahaan selaku produsen, bahwa semakin banyak konsumen maka perusahaan akan semakin sulit mengenali konsumennya secara teliti. Terutama tentang suka atau tidaknya konsumen terhadap barang atau jasa yang ditawarkan dan alasan yang mendasarinya.

Perusahaan yang mampu bersaing dalam pasar adalah perusahaan yang dapat menyediakan produk atau jasa berkualitas. Sehingga perusahaan dituntut untuk terus melakukan perbaikan terutama pada kualitas pelayanannya. Hal ini dimaksudkan agar seluruh barang atau jasa yang ditawarkan akan mendapat tempat yang baik di mata masyarakat selaku konsumen dan calon konsumen. Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik di dalam suatu perusahaan, akan menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Setelah konsumen merasa puas dengan produk atau jasa yang diterimanya, konsumen akan membandingkan pelayanan yang diberikan.

Bagi setiap perusahaan jasa perhotelan perlu berupaya memberikan yang terbaik kepada konsumennya. Untuk itu dibutuhkan identifikasi determinan utama kualitas jasa dari sudut pandang konsumen. Oleh karena itu perlu dilakukan riset untuk mengidentifikasi determinan jasa yang paling penting bagi pasar sasaran dan memperkirakan penilaian yang diberikan pasar sasaran terhadap perusahaan dan pesaing berdasarkan determinan-determinan tersebut. Dengan menganalisa tanggapan konsumen terhadap variabel-variabel tersebut maka perusahaan jasa perhotelan dapat menilai variabel mana yang belum sesuai dengan harapan konsumen. Sehingga dengan demikian dapat diketahui posisi relatif perusahaan di mata konsumen.

Selanjutnya perusahaan dapat memfokuskan upaya peningkatan kualitasnya pada determinan-determinan tersebut sepanjang waktu karena sangat mungkin terjadi prioritas pasar mengalami perubahan.Bersamaan dengan adanya perubahan lingkungan yang terjadi dan adanya perubahan perilaku manusia, maka semakin mendorong bertambahnya permintaan akan kebutuhan pemakaian jasa hotel. Semakin bertambahnya permintaan akan kebutuhan pemakaian jasa hotel dewasa ini mendorong para pengusaha di bidang jasa hotel khususnya dalam hal ini adalah Hotel Jayakarta ikut bersaing untuk menawarkan kelebihan-kelebihannya.

Pesaing yang dihadapi oleh Hotel Jayakarta bukan hanya dari perusahaan yang mempunyai fasilitas dan pelayanan yang sama tetapi juga dari perusahaan yang mempunyai fasilitas bar maupun restoran mewah untuk tujuan wisatawan. Dalam menghadapi hal tersebut ada beberapa dimensi kepuasan yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk mempergunakan jasa Hotel Jayakarta antara lain dimensi tangible, meliputi penampilan gedung hotel, interior bangunan hotel dan penampilan karyawan hotel, dimensi reliability, meliputi kemampuan hotel untuk memberikan pelayanan-pelayanan yang terbaik, dimensi responsiveness, meliputi kesediaan karyawan hotel untuk membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat, dimensi assurance, meliputi sopan santun para karyawan dan kemampuan mereka untuk membangkitkan rasa kepercayaan dan rasa percaya konsumen, serta dimensi empathy, yang meliputi rasa peduli dan perhatian secara pribadi yang diberikan pada konsumen.

Hal yang diuraikan di atas berlaku juga bagi usaha hotel. Hotel merupakan sebuah perusahaan jasa yang tidak hanya dikenal sebagai tempat bermalam ketika jauh dari rumah, tetapi juga dikenal karena pelayanan yang diberikan. Bertitik tolak dari latar belakang masalah diatas, penulis mencoba untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada hotel  Jayakarta dengan judul : “ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PEMAKAIAN JASA HOTEL ATAU PENGINAPAN DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA”.

1.2  Pokok Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan, ada dua masalah yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu :

        1. Apakah ada gap antara kualitas pelayanan dengan kepuasaan konsumen pada hotel atau penginapan  
            yang ada?

      2. Dimensi kualitas pelayananapa yang paling berpengaruh terhada kepuasaan konsumen pada hotel atau penginapan di Indonesia?

1.3  Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kondii pelayanan jasa hotel atau penginapa terhadap konsumen. Sedangkan tujuan khusus dari diadakannya penelitian ini adalah :
         1. Untuk mengetahui ada tidaknya gap antara kualitas pelayanan dengan kepuasaan konsumen pada hotel 
            atau penginapan yang ada di Indonesia.

         2.Untuk mengatahui dimensi kualitas pelayanan yang paling berpengaruh terhadap kepuasaan konsumen 
          pada hotel atau penginapan yang ada di Indonesia.

1.4  Kerangka Pemikiran

Hasil penelitian ini dapat membantu memberikan masukan dan pertimbangan bagi peningkatan kualitas pelayanan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Manfaat lainnya adalah dapat memberikan gambaran bagi perusahaan dalam membuat rencanan dan strategi yang baik dan terarah untuk mengelola hotel dimasa yang akan datang secara efektif dan efisien.



BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Kualitas Pelayanan

Modernitas dengan kemajuan teknologi akan mengakibatkan persaingan yang sangat ketat untuk memperoleh dan mempertahankan pelanggan. Kualitas pelayanan menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan perusahaan supaya mampu bertahan dan tetap mendapat kepercayaan pelanggan. Pola konsumsi dan gaya hidup pelanggan menuntut perusahaan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas. Keberhasilan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dapat ditentukan dengan pendekatan service quality yang telah dikembangkan oleh Parasuraman, Berry dan Zenthaml (dalam Lupiyoadi,2006:181). Service Quality adalah seberapa jauh perbedaan antara harapan dan kenyataan para pelanggan atas layanan yang mereka terima. Service Quality dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi pelanggan atas layanan yang benar-benar mereka terima dengan layanan sesungguhnya yang mereka harapkan. Kualitas pelayanan menjadi hal utama yang diperhatikan serius oleh perusahaan, yang melibatkan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan.
      

2.2  Hubungan Variabel
        Dalam penelitian ini, kepuasan konsumen ketiga jurnal diatas dipengaruhi oleh beberapa factor
       antara lain : tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.



BAB III

METODE PENELITIAN

1.1  Jenis Dan Sumber Data
       
        Jenis dan sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data  
       sekunder.

1. Data Primer
Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengisian kuesioner oleh responden, yaitu para tamu menginap di villa Agrowisata Kebun Teh Pagilaran.

2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, baik berupa keterangan maupun literatur yang ada hubungannya dengan penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jumlah tamu menginap di villa Agrowisata Kebun Teh Pagilaran selama tahun 2008.

1.2  Teknik Pengumpulan Data

        Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan : Kuesioner, observasi dan studi pustaka


1.3  Variabel

       Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang
       mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik
       kesimpulannya ( Sugiyono, 2007 : 2 ). Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu :

1.      Variabel dependen
2.      Variabel independen



BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 HASIL ANALISIS PENELITIAN

      Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan metode Analisis korelasi. Perhitungan
      dilakukan dengan bantuan program SPSS. Nilai signifikansi yang berada di bawah 0,05
      menunjukkan sebagai item yang valid.

4.1.1 Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha.
Hasil uji reliabilitas tersebut menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai koefisien Alpha yang cukup besar yaitu diatas 0,6 sehingga dapat dikatakan semua konsep pengukur masing-masing variabel dari kuesioner adalah reliabel yang berarti bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang handal.

4.1.2 Uji Asumsi Klasik

Suatu model regresi yang baik harus memenuhi tidak adanya masalah asumsi klasik dalam modelnya. Jika masih terdapat asumsi klasik maka model regresi tersebut masih memiliki bias. Jika suatu model masih terdapat adanya masalah asumsi klasik, maka akan dilakukan langkah revisi model ataupun penyembuhan untuk menghilangkan masalah tersebut. Pengujian asumsi klasik akan dilakukan berikut ini.

4.3.2.1 Uji Normalitas

Pengujian normalitas dilakukan terhadap residual regresi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan grafik P-P Plot. Data yang normal adalah data yang membentuk titik-titik yang menyebar tidak jauh dari garis diagonal. Hasil analisis regresi linier dengan grafik normal P-P Plot terhadap residual error model regresi diperoleh sudah menunjukkan adanya pola grafik yang normal, yaitu adanya sebaran titik yang berada tidak jauh dari garis diagonal.

4.2 PEMBAHASAN

Secara umum penelitian ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh hotel dan penginapan di berbagai daerah di wilayah indoneia secara umum sudah baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari banyaknya tanggapan kepuasan yang tinggi dari responden terhadap kondisi dari masing-masing variabel penelitian. Dari hasil tersebut selanjutnya diperoleh bahwa variabel kualitas pelayanan dalam kelima dimensinya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.

Hal ini dikarenakan bahwa dengan pemberian pelayanan yang berkualitas, maka hal tersebut akan menciptakan kepuasan dalam diri konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tampilan fisik memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa bukti fisik dari penyedia jasa yang ditunjukkan dengan fasilitas, interior dan sumber daya manusia sebagai pemberi pelayanan akan menentukan kepuasan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kehandalan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa kehandalan dari penyedia jasa pelayanan yang ditunjukkan dengan kehandalan dalam bentuk kecepatan pelayanan, kemampuan pegawai, dan kehandalan pegawai dalam melayani konsumen akan dipertimbangkan dalam membentuk kepuasan konsumen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel daya tanggap memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa daya tanggap dari penyedia jasa pelayanan yang ditunjukkan dengan kesediaan staf dalam membantu, kesediaan staf dalam memberikan informasi, respon yang cepat dari karyawan, dan penyelesaian masalah dengan cepat akan memberikan pengaruh dalam terbentuknya kepuasan konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jaminan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa jaminan dari penyedia jasa pelayanan akan memberikan peningkatan pada kepuasan konsumen.



BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Analisis faktor menunjukkan; dimensi realibility (0,793) memiliki nilai KMO tertinggi dan dimensi assurance (0,609) merupakan atribut dengan nilai KMO terendah. Dimensi tangible, dengan atribut tersedianya media informasi yang lengkap dan informatif (0,703) menjadi atribut peringkat pertama yang dipentingkan oleh konsumen; reliability yang dipentingkan konsumen adalah kemampuan karyawan dalam pelayanan (0,790); pada responsiveness diperoleh nilai ekstrasi tertinggi, yaitu kecepatan menangani keluhan konsumen (0,806); dimensi assurance yang paling penting adalah keramahan dan perhatian menerima keluhan (0,932); pada dimensi empathy yang paling penting adalah acara atau kegiatan yang diadakan Grage Sangkan Hotel SPA (0,815).

Berdasarkan perhitungan metode CSI, tingkat kepuasan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA mencapai 80,24%. Perhitungan ini menunjukkan bahwa secara umum konsumen Grage Sangkan Hotel SPA berada pada kategori puas (66%-80%). Tingkat kesesuaian dapat digunakan dalam melihat peringkat atribut mutu pelayanan. Prioritas utama dalam peningkatan kepuasan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA adalah atribut sarana dan lingkungan pendukung, karena tingkat kesesuaiannya masih rendah.

2. Saran
Pihak manajemen hotel diharapkan lebih memprioritaskan perbaikan dan peningkatan pada atribut kecepatan penanganan atas keluhan dan pemberian umpan balik terhadap keluhan konsumen, serta mempertahankan atribut mutu pelayanan yang sudah baik, seperti mutu makanan dan minuman; keakuratan dalam pemberian informasi; kemampuan karyawan dalam melayani dan berkomunikasi; kesigapan, keramahan, kesopanan karyawan dalam melayani konsumen sebagai upaya menciptakan keunggulan bersaing perusahaan.


Analisis  Jurnal  1

Judul                            : ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP    
                                      KEPUASAN KONSUMEN MENGGUNAKAN JASA PENGINAPAN 
                                      (VILLA) AGROWISATA KEBUN TEH PAGILARAN

Pengarang                   : Ratih Hardiyanti

Tanggal/Bln/Tahun     : 20 Agustus 2010


Latar Belakang

Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik di dalam suatu perusahaan, akan menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Setelah konsumen merasapuas dengan produk atau jasa yang diterimanya, konsumen akan membandingkan pelayanan yang diberikan. Apabila konsumen merasa benar-benar puas, mereka akan membeli ulang serta memberi rekomendasi kepada orang lain untuk membeli di tempat yang sama. Oleh karena itu perusahaan harus memulai memikirkan pentingnya pelayanan pelanggan secara lebih matang melaui kualitas pelayanan, karena kini semakin disadari bahwa pelayanan (kepuasan pelanggan) merupakan aspek vital dalam rangka bertahan dalam bisnis dan memenangkan persaingan (Tjiptono, 2004:145).

Banyak faktor yang perlu diperhatikan untuk mempengaruhi konsumen salah satunya kualitas pelayanan Agrowisata Kebun Teh Pagilaran itu sendiri yang dapat diberikan oleh perusahaan, sehingga konsumen merasa terpuaskan. Agrowisata Kebun Teh Pagilaran yang merupakan salah satu pariwisata alam di Jawa Tengah yang sudah terkenal sampai ke luar kota. Ini terbukti dengan banyaknya pengunjung dari luar daerah kota Batang seperti misalnya: Salatiga,
Semarang, Jakarta, dan Cirebon, yang datang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di daerah wisata tersebut.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh tangible terhadap kepuasan konsumen?
2. Bagaimana pengaruh reliability terhadap kepuasan konsumen?
3. Bagaimana pengaruh responsiveness terhadap kepuasan konsumen?
4. Bagaimana pengaruh assurance terhadap kepuasan konsumen?
5. Bagaimana pengaruh empathy terhadap kepuasan konsumen?

Tujuan Penelitian

2.   Untuk menganalisis pengaruh variabel tangible terhadap kepuasan konsumen.
3.   Untuk menganalisis pengaruh variabel reliability terhadap kepuasan konsumen.
4.   Untuk menganalisis pengaruh variabel responsiveness terhadap kepuasan konsumen.



Metodologi Penelitian

Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2007 : 2 ). Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu :

1) Variabel dependen
Variabel dependen adalah variabel yang menjadi pusat perhatian utama peneliti. Hakekat sebuah masalah mudah terlihat dnegan mengenali berbagai variabel dependen yang digunakan dalam sebuah model. Variabilitas dari atau atas faktor inilah yang berusaha untuk dijelaskan oleh seorang peneliti (Ferdinand, 2006:26). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah : kepuasan konsumen ( Y )

2) Variabel Independen
Variabel independen yang dilambangkan dengan (X) adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik yang pengaruhnya positif maupun yang pengaruhnya negatif (Ferdinand, 2006:26). Variabel independen dalam penelitian ini adalah :

- Tangible (X1)
- Reliability ( X2)
- Responsiveness ( X3)
- Assurance (X4)
- Emphaty (X5)


Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapat persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 0,271 X1 + 0,197 X2 + 0,201 X3 + 0,316 X4 + 0,165 X5

Dari persamaan regresi tersebut dapat diketahui bahwa koefisien dari persamaan regresi adalah positif.




Analisis Jurnal  2 :

Judul                           :  ANALISIS MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN    
                                     GRAGE  SANGKAN HOTEL SPA  KABUPATEN KUNINGAN, JAWA BARAT

Pengarang                   :  Lonik Diriantini

Tanggal /Bln/Tahun    :  Mei 2009


Latar Belakang

Indonesia memiliki obyek wisata alam yang beragam di beberapa daerah, dimana daerah tesebut menjadi pasar bagi para wisatawan untuk berwisata. Daerah yang berpotensi memiliki objek wisata alam yang menarik sebagai contoh adalah Kabupaten Kuningan yang memiliki fenomena gunung tertinggi di Jawa Barat, yaitu Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 m dari permukaan laut (dpl) (BTNGC, 2007). Panorama alam Gunung Ciremai unik dan variatif serta memiliki nilai estetika yang tinggi dan pesona sunrise di puncak Ciremai.

Keragaman objek wisata di Kabupaten Kuningan menjadi daya tarik masyarakat untuk melakukan kegiatan wisatanya, sehingga daerah ini menjadi pasar potensial bagi masyarakat sekitar ataupun luar.). Salah satu sarana yang sangat menunjang keberlangsungan perkembangan wisata di Kabupaten Kuningan adalah industri perhotelan, dimana sarana ini berperan besar dalam memberikan fasilitas terhadap wisatawan dalam penyediaan akomodasi dengan produk utama berupa pelayanan dan fasilitas penginapan.

Rumusan Masalah

1. Atribut-atribut mutu pelayanan apakah yang paling mempengaruhi kepuasan konsumen Grage 
    Sangkan Hotel SPA ?
2. Apakah harapan konsumen atas mutu pelayanan Grage Sangkan Hotel SPA sudah terpenuhi ?
3. Bagaimana harapan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA atas mutu pelayanan yang ingin diterimanya?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :

1. Mengidentifikasi atribut-atribut mutu pelayanan yang paling mempengaruhi kepuasan konsumen   Grage Sangkan Hotel SPA.
2. Menganalisis tingkat kepuasan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA.
3. Merumuskan strategi peningkatan mutu pelayanan dalam meningkatkan kepuasan konsumen Grage Sangkan Hotel SPA.

Metodologi Penelitian

Memperbaiki dan mempertahankan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya perlu terus dibina (Umar, 2003). Jika perusahaan dan pelanggan dapat berhubungan baik, maka akan menimbulkan persepsi pelanggan positif terhadap kesan yang diberikan kepada perusahaan. Dengan terbentuknya persepsi pelanggan pada sebuah perusahaan akan memberikan keuntungan pada perusahaan, yaitu adanya pembelian ulang dan menciptakan loyalitas konsumen.

Pemberian pelayanan bermutu, yaitu pelayanan yang diberikan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, serta harus dapat melebihi apa yang diharapkan konsumen. Pengkajian mutu pelayanan dilakukan untuk mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan konsumen dan yang diinginkannya, untuk mengetahui penilaian persepsi konsumen mengenai standar pelayanan yang telah diperoleh dan harapan konsumen tentang pemenuhan kepuasan atas pelayanan yang akan diberikan sebagai perbaikan

Kesimpulan

Analisis faktor menunjukkan; dimensi realibility (0,793) memiliki nilai KMO tertinggi dan dimensi assurance (0,609) merupakan atribut dengan nilai KMO terendah. Dimensi tangible, dengan atribut tersedianya media informasi yang lengkap dan informatif (0,703) menjadi atribut peringkat pertama yang dipentingkan oleh konsumen; reliability yang dipentingkan konsumen adalah kemampuan karyawan dalam pelayanan (0,790); pada responsiveness diperoleh nilai ekstrasi tertinggi, yaitu kecepatan menangani keluhan konsumen (0,806); dimensi assurance yang paling penting adalah keramahan dan perhatian menerima keluhan (0,932); pada dimensi empathy yang paling penting adalah acara atau kegiatan yang diadakan Grage Sangkan Hotel SPA (0,815).



Analisis Jurnal 3 :

Judul                            : ANALISIS PENGARUH KUALITAS JASA PELAYANAN TERHADAP   
                                     TINGKAT  KEPUASAN KONSUMEN PADA HOTEL KUSUMA 
                                     KARTIKA SARI

Pengarang                   : Legowo Dwi Resihono

Tanggal/Bln/Tahun     : Maret 2011


Latar Belakang

Perkembangan dan peningkatan jasa pelayanan perhotelan dari tahun ke tahun menjadi perhatian setiap konsumen. Karena semakin ketatnya persaingan dan meningkatnya tuntutan konsumen dalam hal pelayanan, maka perusahaan perlu melakukan berbagai hal yaitu dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik.

Kualitas pelayanan memberikan suatu dorongan kepada konsumen untuk menjalin ikatan hubungan yang baik dengan penyedia jasa, di samping melakukan kualitas pelayanan. Perusahaan perlu mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumennya. Dengan kualitas pelayanan yang baik bisa memberikan kepuasan kepada konsumen. Maka perusahaan harus mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen.


Analisis Data

Hasil analisis data yang diperoleh dari jawaban responden atas kuesioner tentang variabel kualitas pelayanan (x), dan variabel kepuasan konsumen (y), yang kemudian dianalisis dengan menggunakan program SPSS, diperoleh hasil bahwa mean atau rata-rata untuk masing-masing variabel yaitu untuk variabel kualitas pelayanan, mean sebesar 57,66 dan standar deviasi sebesar 4,021, untuk variabel kepuasan konsumen, mean sebesar 10,99 dan standar deviasi sebesar 1,732.
Analisis regresi tentang kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen di Hotel Kusuma Kartika Sari, dapat dihitung sebagaimana berikut ini :

y = a + bx


kesimpulan

Variabel kualitas pelayanan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kepuasan konsumen, yang berarti jika konsumen merasa memperoleh pelayanan yang baik, maka konsumen akan merasa puas dengan pelayanan tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya koefisien regresi sebesar 0,115 yang memiliki tingkat signifikan 0,002 jauh di bawah batas signifikan 0,05, serta harga koefisien korelasi sebesar 0,2054 yang lebih besar dari harga rtabel sebesar 0,195.


SUMBER :
Ø  Eprint.sundip.ac.id/23/45/01/Skripsi.pdf